Pekanbaru, (LA) – Lingkungan Pemerintah Provinsi Riau masih berada di bawah sorotan tajam Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah sebelumnya Gubernur Riau dan Kepala Dinas PUPR diboyong ke Jakarta, kini KPK mengalihkan fokusnya ke sektor lain yang sangat strategis.
Pada hari Kamis (13/11/2025), dilaporkan bahwa tim penyidik KPK telah mendatangi kantor Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Kehadiran mendadak ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan publik mengenai dugaan korupsi yang mungkin terjadi di dinas yang bertanggung jawab atas anggaran pendidikan miliaran rupiah tersebut.
DPD SPRI: Dukungan Anti-Korupsi Harga Mati
Menyikapi meluasnya investigasi ini, Dewan Pimpinan Daerah Serikat Pers Republik Indonesia (DPD SPRI) Riau tampil ke depan untuk menguatkan posisi KPK. DPD SPRI menegaskan bahwa dukungan terhadap lembaga antirasuah adalah harga mati, terutama dalam membersihkan Riau dari penyakit korupsi yang sistemik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini bukan lagi soal markup proyek jalan, ini sudah menyentuh anggaran untuk masa depan anak-anak Riau. DPD SPRI Riau mendukung penuh setiap langkah KPK,” ujar perwakilan DPD SPRI Riau. “Kami meminta KPK tidak gentar terhadap intervensi manapun. Dukungan ini harus menjadi jaminan bahwa KPK akan terus bekerja profesional dan independen, tanpa memandang pangkat atau jabatan.”
Menuntut Pemulihan Integritas Birokrasi
Meskipun belum ada detail resmi dari KPK atau Dinas Pendidikan, gelombang investigasi ini telah mengukuhkan kembali kepercayaan publik terhadap KPK. Masyarakat Riau berharap, setelah serangkaian penindakan terhadap pejabat tinggi yang terbukti korupsi, birokrasi Riau dapat segera memulihkan integritasnya.
DPD SPRI Riau menekankan bahwa pengusutan di Dinas Pendidikan harus menjadi momentum kritis bagi Pemprov Riau untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan anggaran. Tuntutan pers ini jelas: transparansi dan akuntabilitas harus menjadi landasan baru dalam menjalankan pemerintahan, demi menjamin bahwa setiap rupiah anggaran pendidikan benar-benar dinikmati oleh rakyat. (***)
Penulis : Tim










