Evaluasi Program MBG di Riau: Gubri Soroti Rasa, Kualitas Pangan, dan Keterbatasan Jangkauan

- Penulis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 00:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru, (LA) – Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid bersama Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Dadang Hendrayudha, menggelar rapat evaluasi di Kantor Gubernur pada Selasa (21/10/2025). Pertemuan ini bertujuan meninjau pelaksanaan program prioritas Presiden, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Riau.

Dalam pemaparannya, Gubernur Abdul Wahid menyatakan bahwa Pemprov Riau telah membentuk Satuan Tugas Percepatan Penyelenggaraan MBG yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi, didukung oleh seluruh Sekda di kabupaten/kota se-Riau. Pengecekan rutin ke sekolah dan dapur penyedia MBG juga sudah dilakukan hampir setiap minggu.

Meskipun demikian, Wahid mengakui bahwa jangkauan program MBG di Riau baru mencapai 10% dari total target sasaran. Respon dari masyarakat, khususnya orang tua, tergolong sangat positif karena merasa terbantu dalam penyediaan bekal makan anak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, pelaksanaan program ini menghadapi sejumlah tantangan. Di awal implementasi, hanya setengah dari siswa yang bersedia mengonsumsi makanan yang disediakan, dengan keluhan utama terkait rasa. Gubernur Wahid meminta pihak dapur segera memperbaiki kualitas rasa. Ia juga mengimbau siswa untuk menyampaikan keluhan melalui tulisan di tempat makan, bukan di media sosial.

Masalah krusial lainnya adalah pengawasan kualitas dan keamanan pangan. Wahid menyebutkan terbatasnya alat pengujian, di mana Riau hanya memiliki 112 unit rapid test kit (80 untuk pestisida dan 32 untuk formalin) sepanjang tahun 2025. Padahal, setiap Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) diwajibkan menguji minimal lima komoditas segar. Hingga kini, baru 15 SPPG di Pekanbaru (12 titik) dan Kampar (3 titik) yang menjalani pengujian.

Kualitas pangan juga rawan karena sebagian besar bahan baku masih didatangkan dari luar Riau. Selain itu, sempat terjadi kasus keracunan akibat pengawasan yang lemah, di mana beberapa dapur memasak makanan sejak malam hari sehingga basi saat disajikan pagi harinya. Gubernur menekankan bahwa prosedur standar seharusnya adalah memasak pada pukul 02.00 hingga 05.00 pagi.

Sementara itu, Deputi BGN Dadang Hendrayudha menyoroti masalah operasional di Pekanbaru. Dari sekitar 873 SPPG yang ada, sebagian besar belum memiliki dapur aktif. Hal ini menyebabkan beberapa tenaga kerja yang sudah digaji negara belum bekerja secara optimal.

Dadang juga menggarisbawahi pentingnya tenaga ahli gizi dan akuntan di setiap dapur. Ahli gizi diperlukan untuk menyusun menu seimbang berbasis kearifan lokal, bukan menu nasional tunggal, serta menghitung komposisi nutrisi. Sayangnya, tenaga ahli ini sulit didapatkan.

Untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) di Riau, pembangunan SPPG memberikan kemudahan bagi investor lokal. Mereka dapat mendaftar langsung melalui Satgas kabupaten/kota, tanpa harus melalui portal nasional mitra.bgn.go.id. Bangunan SPPG dirancang standar seluas 150 m² dengan fasilitas lengkap dari kantor hingga ruang pengolahan. (***)

Penulis : Rifky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lensaaksara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Plt Kadisdik Pekanbaru Hadiri Perpisahan Peserta Didik SMP Negeri 39
Bidik Standar Mutu Lebih Baik, 76 Sekolah di Pekanbaru Diusulkan Jalani Pembenahan Total
Dukung Akses Pendidikan, Pemko Pekanbaru Siapkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Pelajar Prasejahtera
Bea Cukai Bongkar Sindikat Pembuatan Pita Cukai Rokok Ilegal di Jateng, Nilai Tangkapan Capai Rp 570 Miliar
Sinergi Pusat dan Daerah: Pemkot Pekanbaru Mantapkan Langkah Revitalisasi Sarpras Sekolah di Kemendikbud
Ultimatum Keras Disdik Pekanbaru: Buntut “Borok” Pungli SDN 189, Seluruh Sekolah Dilarang Keras Tarik Iuran Paksa!
Kado Nyata HUT Pekanbaru ke-242: Langkah Proaktif Kadisnaker Iwan Simatupang Gelar Job Fair Tuai Apresiasi Walikota dan Masyarakat
Sinergi Wujudkan SDM Unggul: Bang Akur Akselerasi Pembinaan Atlet Cilik Lewat O2SN Marpoyan Damai
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:42 WIB

Plt Kadisdik Pekanbaru Hadiri Perpisahan Peserta Didik SMP Negeri 39

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:55 WIB

Bidik Standar Mutu Lebih Baik, 76 Sekolah di Pekanbaru Diusulkan Jalani Pembenahan Total

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:52 WIB

Dukung Akses Pendidikan, Pemko Pekanbaru Siapkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk Pelajar Prasejahtera

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:26 WIB

Sinergi Pusat dan Daerah: Pemkot Pekanbaru Mantapkan Langkah Revitalisasi Sarpras Sekolah di Kemendikbud

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:13 WIB

Ultimatum Keras Disdik Pekanbaru: Buntut “Borok” Pungli SDN 189, Seluruh Sekolah Dilarang Keras Tarik Iuran Paksa!

Berita Terbaru