Realisasi Investasi Riau Melejit $21,59 Triliun di Triwulan III 2025, Tertinggi di Sumatera dan Peringkat 8 Nasional

- Penulis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 10:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok. Gubernur Riau Abdul Wahid

Dok. Gubernur Riau Abdul Wahid

Riau, (LA) – Kinerja investasi di Provinsi Riau menunjukkan lonjakan signifikan pada triwulan III tahun 2025. Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Riau, realisasi investasi pada periode Juli hingga September mencapai Rp21,59 triliun. Angka ini mencerminkan kenaikan tajam sebesar 26,03% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 (year-on-year/yoy), yang saat itu tercatat Rp17,13 triliun.

Peningkatan juga sangat mencolok secara triwulan (quarter-to-quarter/qoq), naik 70,38% dari realisasi triwulan II 2025 yang hanya Rp12,67 triliun. Capaian investasi ini turut berkontribusi pada penyerapan 14.103 tenaga kerja Indonesia.

Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid, menyatakan bahwa hasil ini membuktikan iklim investasi di Riau semakin kondusif berkat kolaborasi erat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Ia menegaskan komitmen Pemprov untuk menjaga momentum ini melalui kemudahan perizinan, percepatan layanan, serta fokus pada hilirisasi industri dan ekonomi hijau.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara nasional, realisasi Riau sebesar Rp21,59 triliun menempatkannya di peringkat ke-8. Rinciannya, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan Rp16,34 triliun (peringkat 6 nasional), sementara Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang US$326,6 juta (setara Rp5,23 triliun dengan kurs Rp16.000/$), menempatkan Riau di peringkat ke-12.

Distribusi dan Sektor Unggulan:

Lima daerah penyumbang investasi terbesar adalah: Kota Dumai (Rp3,9 triliun), Kabupaten Siak (Rp3,3 triliun), Kabupaten Pelalawan (Rp2,9 triliun), Kabupaten Indragiri Hilir (Rp2,9 triliun), dan Kabupaten Rokan Hilir (Rp2,5 triliun).

Sementara itu, investor asing terbesar berasal dari Malaysia (US$143,6 juta), Singapura (US$102,6 juta), dan Hongkong RRT (US$49,18 juta).

Lima sektor usaha yang menjadi motor utama investasi mencakup:

  1. Kehutanan (Rp6,01 triliun)
  2. Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (Rp4,6 triliun)
  3. Industri Makanan (Rp3,86 triliun)
  4. Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Peternakan (Rp2,39 triliun)
  5. Industri Kimia dan Farmasi (Rp1,45 triliun)

Kelima sektor ini secara kolektif menyumbang hampir 85% dari total realisasi triwulan III.

Fokus Hilirisasi dan Target Kumulatif:

Pemprov Riau terus memprioritaskan pengembangan industri hilir untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah. Hingga September 2025, investasi di bidang hilirisasi telah mencapai Rp10,95 triliun. “Langkah ini penting agar Riau menjadi pusat pengolahan, bukan sekadar produsen bahan mentah,” kata Gubri.

Secara kumulatif sepanjang Januari–September 2025, total realisasi investasi (PMA dan PMDN) Provinsi Riau mencapai Rp55,89 triliun. Angka ini menempatkan Riau di peringkat ke-9 nasional dan peringkat pertama di Pulau Sumatera.

Gubernur Abdul Wahid menutup dengan optimisme bahwa sejumlah proyek strategis, seperti pembangunan Tol Lingkar Pekanbaru (Ruas Rengat–Pekanbaru), pengembangan Kawasan Industri Buruk Bakul, dan PLTS 2 gigawatt di Pulau Rangsang, akan terus mendorong pertumbuhan investasi. Ia mendesak semua pemangku kepentingan untuk meningkatkan profesionalisme pelayanan demi menjamin investasi berkelanjutan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (***)

Penulis : Rifky

Editor : Rizal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lensaaksara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bea Cukai Riau Musnahkan Barang Ilegal Wilayah Riau dan Sumbar Senilai Rp44,8 Miliar
KOPI APA: Tempat Bersantai dan Kulineran Terbaru di Pekanbaru
Pj Sekdako Lakukan Kunjungan ke Kantor UPT Metrologi Legal
Analisis: Kemungkinan Kebebasan Abdul Wahid setelah Penolakan Eksepsi oleh Pengadilan
Penolakan Eksepsi Abdul Wahid: Pro dan Kontra dalam Sidang Hukum
Kadisperindag Pekanbaru Dampingi Walikota Kunjungan ke Kios Baru Akik dan UPT Metrologi Legal Pasar Palapa
Halal Bihalal BPP Pekanbaru: Tingkatkan Silaturahmi dan Sinergi dalam Pembangunan
Pemko Pekanbaru Lakukan Reshuffle Besar di Struktur OPD, Wali Kota Agung Nugroho Lantik Puluhan Pejabat Baru
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 11:02 WIB

Bea Cukai Riau Musnahkan Barang Ilegal Wilayah Riau dan Sumbar Senilai Rp44,8 Miliar

Senin, 13 April 2026 - 19:59 WIB

KOPI APA: Tempat Bersantai dan Kulineran Terbaru di Pekanbaru

Jumat, 10 April 2026 - 17:26 WIB

Pj Sekdako Lakukan Kunjungan ke Kantor UPT Metrologi Legal

Jumat, 10 April 2026 - 15:23 WIB

Analisis: Kemungkinan Kebebasan Abdul Wahid setelah Penolakan Eksepsi oleh Pengadilan

Jumat, 10 April 2026 - 15:07 WIB

Penolakan Eksepsi Abdul Wahid: Pro dan Kontra dalam Sidang Hukum

Berita Terbaru

Pekanbaru

Pj Sekdako Lakukan Kunjungan ke Kantor UPT Metrologi Legal

Jumat, 10 Apr 2026 - 17:26 WIB