Transformasi Okura: Dari Lahan Tidur Menjadi “Negeri Bunga” di Bawah Binaan PLN NP UP Tenayan

- Penulis

Jumat, 9 Januari 2026 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU, (LA) – Tak perlu lagi melintasi batas provinsi demi mencari kesejukan alam. Di tepian Sungai Siak, tepatnya di Desa Okura, Kecamatan Rumbai, sebuah keajaiban visual sedang mekar. Lahan yang dulunya sunyi dan tak terurus, kini menjelma menjadi Taman Bunga Impian, sebuah destinasi wisata unggulan yang lahir dari kolaborasi apik antara kreativitas pemuda lokal dan komitmen sosial PT PLN Nusantara Power (NP) UP Tenayan.

Mengubah Keresahan Menjadi Destinasi

Okura sempat menjadi ironi; menyandang gelar “Desa Wisata” namun minim kunjungan. Realita ini menggugah hati Muslim, atau yang akrab dipanggil Ilim. Bersama 24 pemuda desa, ia membulatkan tekad untuk mengubah nasib kampung halamannya sejak April 2017.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wisata Okura
Dok. Wisatawan yang sedang berswafoto

Perjuangan membabat semak belukar di atas lahan seluas dua hektare bukanlah perkara mudah. Namun, titik balik sesungguhnya terjadi saat PT PLN Nusantara Power UP Tenayan masuk sebagai mitra strategis. Perusahaan energi ini tidak hanya memberikan dukungan dana, tetapi juga “menularkan” sistem pengelolaan profesional melalui program pendampingan yang terukur.

Sentuhan Profesional untuk Pariwisata Lokal

“Dukungan PLN sangat nyata. Kami tidak dibiarkan jalan sendiri. Berkat bimbingan mereka, fasilitas di sini menjadi jauh lebih layak, mulai dari rumah pohon yang ikonik hingga sarana ibadah yang memadai,” ungkap Ilim.

PLN NP UP Tenayan memahami bahwa kunci wisata berkelanjutan adalah kenyamanan pengunjung. Oleh karena itu, pembangunan fasilitas pendukung seperti toilet bersih dan area istirahat menjadi prioritas dalam program pemberdayaan ini.

Efek Positif: Saat Dapur Warga Mulai Mengepul

Keberhasilan Taman Bunga Impian Okura bukan sekadar angka kunjungan, melainkan tentang senyum warga sekitar. Ekonomi kerakyatan yang dulu mati suri kini berdenyut kencang. Berbagai UMKM, mulai dari gerai minuman hingga penyewaan perlengkapan foto, tumbuh subur di sekitar area taman.

Ibu Aminah (45), salah satu pedagang di lokasi, menjadi saksi hidup perubahan tersebut. “Dulu desa kami sepi sekali. Sekarang, alhamdulillah, sejak PLN ikut membantu membesarkan taman ini, dagangan saya selalu ramai pembeli. Kami merasa desa ini punya nafas baru,” ceritanya.

Oase Budaya Melayu di Tengah Kota

Selain menawarkan lautan bunga Matahari dan Jengger Ayam yang estetik, taman ini tetap memegang teguh identitas lokal. Setiap hari Jumat, aroma budaya Melayu menyeruak kuat saat para pengelola menyambut tamu dengan busana Teluk Belanga dan kain songket sebuah tradisi yang terus didorong dalam program pembinaan bersama PLN.

Bagi pelancong urban, Okura adalah pelarian singkat yang sempurna. Hanya 30 menit dari pusat Pekanbaru, pengunjung cukup merogoh kocek Rp 2.500 (motor) atau Rp 5.000 (mobil) untuk menikmati keindahan ini.

Fakta Menarik Taman Bunga Okura:

  • Keunggulan: Spot foto tematik berbentuk hati dan kupu-kupu yang sangat instagrammable.
  • Waktu Terbaik: Pagi hari atau sore menjelang matahari terbenam untuk pencahayaan terbaik.
  • Visi: Menjadi pusat edukasi alam dan pelestarian budaya Melayu di Riau.

Sinergi antara PT PLN Nusantara Power UP Tenayan dan pemuda Okura adalah bukti nyata bahwa ketika korporasi hadir untuk memberdayakan, lahan kosong pun bisa menjadi sumber kemakmuran yang abadi bagi masyarakat. (**)

Penulis : Rifky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lensaaksara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KOPI APA: Tempat Bersantai dan Kulineran Terbaru di Pekanbaru
Pj Sekdako Lakukan Kunjungan ke Kantor UPT Metrologi Legal
Analisis: Kemungkinan Kebebasan Abdul Wahid setelah Penolakan Eksepsi oleh Pengadilan
Penolakan Eksepsi Abdul Wahid: Pro dan Kontra dalam Sidang Hukum
Kadisperindag Pekanbaru Dampingi Walikota Kunjungan ke Kios Baru Akik dan UPT Metrologi Legal Pasar Palapa
Halal Bihalal BPP Pekanbaru: Tingkatkan Silaturahmi dan Sinergi dalam Pembangunan
Pemko Pekanbaru Lakukan Reshuffle Besar di Struktur OPD, Wali Kota Agung Nugroho Lantik Puluhan Pejabat Baru
Kepala BPP Pekanbaru Dr. Alek Kurniawan bersama Jajaran BPP Berikan Apresiasi dan Terimakasih Capaian Walikota Peduli Kesejahteraan ASN
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 19:59 WIB

KOPI APA: Tempat Bersantai dan Kulineran Terbaru di Pekanbaru

Jumat, 10 April 2026 - 17:26 WIB

Pj Sekdako Lakukan Kunjungan ke Kantor UPT Metrologi Legal

Jumat, 10 April 2026 - 15:23 WIB

Analisis: Kemungkinan Kebebasan Abdul Wahid setelah Penolakan Eksepsi oleh Pengadilan

Jumat, 10 April 2026 - 15:07 WIB

Penolakan Eksepsi Abdul Wahid: Pro dan Kontra dalam Sidang Hukum

Kamis, 9 April 2026 - 18:54 WIB

Kadisperindag Pekanbaru Dampingi Walikota Kunjungan ke Kios Baru Akik dan UPT Metrologi Legal Pasar Palapa

Berita Terbaru

Pekanbaru

Pj Sekdako Lakukan Kunjungan ke Kantor UPT Metrologi Legal

Jumat, 10 Apr 2026 - 17:26 WIB