Pekanbaru, LA – Dalam upaya menanggulangi praktik pinjaman berbunga tinggi yang merugikan pedagang kecil, Pemerintah Kota Pekanbaru telah meluncurkan program pembiayaan baru yang bertujuan untuk memberikan solusi keuangan yang lebih adil dan berkelanjutan. Langkah ini diambil setelah serangkaian rapat dengan pihak perbankan daerah guna membahas strategi konkret yang dapat membantu pedagang kecil terbebas dari jeratan rentenir.
Zulhelmi Arifin, Plh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pekanbaru, mengungkapkan bahwa program ini merupakan upaya serius dari Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, untuk menekan praktik riba yang kerap menghampiri para pelaku usaha kecil. “Kami telah melakukan tiga pertemuan dan hari ini kami mulai membahas langkah-langkah yang lebih mendalam. Sebagai tahap awal, fokus kami adalah pedagang di Pasar Cik Puan,” ujarnya.
Dalam program ini, sekitar 30 hingga 50 pedagang yang selama ini berjuang melawan biaya pinjaman tinggi akan mendapatkan asesmen untuk mengetahui kondisi usaha mereka. Setelah penilaian awal, pihak BPR Pekanbaru akan melakukan survei lebih lanjut, sehingga jika memenuhi kriteria, para pedagang dapat mengakses pinjaman tanpa bunga sebagai alternatif yang lebih sehat dan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Harapan kami adalah dengan adanya pinjaman tanpa bunga, para pedagang dapat menjalankan usaha mereka dengan lebih tenang tanpa tekanan dari bunga yang tinggi. Kami percaya, program ini akan membantu mereka untuk tumbuh dan berkembang lebih baik,” tambah Zulhelmi.
Dengan langkah ini, Pemko Pekanbaru menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaku ekonomi lokal dan menciptakan lingkungan bisnis yang lebih kondusif bagi pengembangan usaha kecil.
Penulis : Tim










