Jakarta, (LA) – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, Kepala Pusat Kesehatan TNI Angkatan Udara, Marsda TNI dr. M. Roikhan Harowi, Sp.THT-KL., M.Kes, resmi membuka pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) secara daring bagi tenaga perawat di jajaran TNI Angkatan Udara. Acara ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi serta kesiapan medis para tenaga kesehatan dalam menghadapi situasi gawat darurat.(27/10/25)
Dalam sambutannya, Kapuskesau menekankan bahwa pelatihan ini merupakan langkah krusial dalam pembinaan profesi kesehatan militer. “Kemampuan menghadapi situasi gawat darurat adalah suatu keharusan. Setiap prajurit kesehatan harus mampu memberikan pertolongan pertama dengan cepat, tepat, dan tenang, terutama bagi pasien yang mengalami trauma atau gangguan jantung,” jelasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapuskesau juga berharap bahwa dengan pelatihan ini, peserta tidak hanya meningkatkan kompetensi klinis, tetapi juga membangun ketangguhan mental serta memperkuat disiplin dan rasa tanggung jawab moral sebagai prajurit kesehatan. “Ini adalah bagian dari pengabdian kita kepada bangsa dan negara,” ungkapnya.

Pelatihan ini dilaksanakan dari tanggal 27 sampai 31 oktober 2025, hal ini merupakan salah satu program kerja Direktur Pembinaan Profesi Kesehatan (Dirbinprofkes) Puskesau tahun 2025, yang diikuti oleh 20 peserta dari berbagai satuan kerja (satker) TNI Angkatan Udara di seluruh Indonesia. Pelatihan daring ini menyediakan kesempatan bagi perawat untuk belajar dan berlatih secara efektif, meskipun dalam kondisi jarak jauh.
Acara pembukaan dihadiri oleh Wakapuskesau, Staf Ahli, Kepala SPI, Para Direktur jajaran Puskesau, Kepala RSAU dr. M. Salamun beserta staf, dan seluruh peserta pelatihan. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan generasi prajurit kesehatan yang lebih siap dan tanggap dalam menjalankan misi kemanusiaan.
Penulis : Tim










