Mencekam! Bentrokan Pecah di Kebun Sawit Eks PT SIM Rohil, Warga Tuntut Hak Kerja dan Bagi Hasil Panen

- Penulis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 16:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAGANSIAPIAPI, (LA) – Ketegangan kembali memuncak di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Bentrok fisik pecah antara sejumlah warga setempat dengan petugas keamanan perusahaan sawit di kawasan bekas lahan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIM). Insiden ini terjadi di Kelurahan Balai Jaya Kota, Kecamatan Balai Jaya, pada Senin sore, 20 Oktober 2025.

Peristiwa ini dipicu oleh kekecewaan masyarakat yang menuntut bagian dari hasil panen sawit dan meminta kesempatan untuk dipekerjakan di area kebun tersebut.

Menurut keterangan warga, bentrokan hari itu merupakan kelanjutan dari insiden serupa yang terjadi pada awal Oktober, menyusul gagalnya upaya mediasi antara perwakilan masyarakat dan pihak perusahaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rebutan Lahan Sitaan Satgas PKH

Lahan yang menjadi sengketa ini memiliki sejarah panjang. Area bekas kebun PT SIM tersebut diketahui telah disita oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Setelah penyitaan, pengelolaan lahan kemudian diserahkan kepada PT Agrinas Palma Nusantara (APN), yang selanjutnya menjalin kerja sama operasional dengan PT Ujung Tanjung Sejahtera (UTS).

Warga menyebut lokasi bentrokan berada di Kebun Rumbia 1 Blok 29–30. Mereka mengaku frustrasi karena permintaan untuk mendapatkan hak kerja dan pembagian hasil panen tidak direspons positif oleh pihak pengelola.

“Masyarakat hanya ingin bekerja dan mendapat bagian hasil panen, tapi ditolak. Akhirnya terjadi bentrok dengan petugas keamanan kebun,” ungkap seorang warga yang tidak mau disebutkan identitasnya.

Saling Serang dengan Benda Tumpul dan Dodos

Bentrokan berlangsung singkat namun intens dan ricuh. Kedua kelompok dilaporkan saling menyerang menggunakan benda tumpul dan alat tajam, termasuk dodos—alat yang biasa digunakan untuk memanen sawit.

Kapolsek Bagan Sinembah, AKP Bonardo Purba, bersama sejumlah personel kepolisian segera diterjunkan ke lokasi untuk meredakan situasi.

“Personel kami sejak awal sudah berada di lapangan dan terus memberikan imbauan agar warga dan pihak keamanan menahan diri,” kata AKP Bonardo.

Setelah upaya keras dari aparat, kedua kelompok akhirnya berhasil dipisahkan. Beberapa warga dan petugas keamanan yang mengalami luka-luka segera dilarikan ke Rumah Sakit Awal Bros Bagan Batu untuk mendapatkan penanganan medis.

Meskipun saat ini situasi dilaporkan sudah mulai kondusif, aparat kepolisian masih bersiaga penuh di lokasi guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan. (***)

Penulis : Rifky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel lensaaksara.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diskominfotiks Rohil Gelar Rapat Internal IKP: Perkuat Sinergi Demi Keterbukaan dan Lawan Hoaks
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Oktober 2025 - 10:36 WIB

Diskominfotiks Rohil Gelar Rapat Internal IKP: Perkuat Sinergi Demi Keterbukaan dan Lawan Hoaks

Selasa, 21 Oktober 2025 - 16:08 WIB

Mencekam! Bentrokan Pecah di Kebun Sawit Eks PT SIM Rohil, Warga Tuntut Hak Kerja dan Bagi Hasil Panen

Berita Terbaru