Jakarta, (LA) – Gubernur Riau Abdul Wahid telah tiba di gedung merah putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Selasa (4/11/2025) pukul 09.45 pagi ini. Turun dari mobil di pelataran parkir gedung KPK, Abdul Wahid mengenakan pakaian kaos dan wajahnya ditutupi masker.
Abdul Wahid tak merespon saat dicecari pertanyaan oleh awak media yang sudah menunggu kedatangannya, usai terjaring dalam serangkaian operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Senin (3/11/2025) sore kemarin. Ia hanya melambaikan tangannya, lalu masuk ke dalam gedung KPK.
Politisi PKB ini juga terlihat menenteng tas hijau kecil. Usai masuk ke gedung KPK, ia terlihat langsung naik ke lantai 2.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah membawa Gubernur Riau Abdul Wahid ke Jakarta. Keberangkatan Abdul Wahid bersama sejumlah orang lainnya yang diamankan dalam operasi tangkap tangan, menggunakan penerbangan pertama pesawat Citilink pada pukul 06.05 pagi tadi dari Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru.
Dengan telah dibawanya Abdul Wahid oleh penyidik KPK ke Jakarta kian menguatkan potensi dinaikkannya status hukum sejumlah pihak yang diamankan dalam OTT pada Senin sore kemarin. KPK memerlukan waktu 1×24 jam untuk menetapkan tersangka dalam setiap operasi tangkap tangan (OTT).
Pasangan Abdul Wahid-SF Hariyanto memenangkan laga Pilkada Riau 2024, menyisihkan dua pasangan calon lainnya, termasuk petahana Syamsuar-Mawardi Saleh. Satu paslon lain yang kalah yakni Nasir-Wardan. Pasangan ini berhasil meraih sebanyak 1.224.193 suara.
Presiden Prabowo Subianto melantik Abdul Wahid-SF Hariyanto bersama dengan 481 kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, pada 20 Februari 2025 lalu.
Amankan Barang Bukti Oleh Penyidik KPK
Pada Senin siang kemarin, penyidik KPK juga mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Riau di Jalan SM Amin. Disebut-sebut, kedatangan penyidik KPK untuk melakukan penggeledahan terkait kasus OTT tersebut
Juru bicara KPK Budi Prasetyo mengungkap adanya sejumlah uang yang ikut diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut. Namun ia tak menyebut berapa besar uang yang berhasil disita sebagai barang bukti oleh penyidik KPK.
“Ada (uang diamankan sebagai barang bukti),” jelas Budi.
Sejauh ini, KPK belum menjelaskan secara rinci identitas 10 orang yang terjaring dalam serangkaian OTT di Riau pada Senin tadi. KPK juga belum membuka konstruksi perkara rasuah ini. Dan sampai saat ini menunggu penyampaian terbuka oleh Pihak KPK terkait perkembangan perkara tersebut.
Penulis : Tim










