Pekanbaru, (LA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menghentak Provinsi Riau, memicu spekulasi liar tentang bobroknya birokrasi dan proyek-proyek jumbo di Bumi Lancang Kuning. Pemandangan tegang yang tak biasa tersaji di jantung pemerintahan Riau, Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP), pada Senin (3/11/2025) sore.
Momen Jempol dan Senyum Penuh Teka-Teki
Fokus utama penyelidikan KPK kali ini mengarah langsung kepada orang nomor satu di Dinas PUPR-PKPP Riau, Muhammad Arif Setiawan.
Sekitar pukul 17.45 WIB, Arif Setiawan terlihat digiring keluar dari lift basement kantor yang biasanya sepi, dikawal ketat oleh sejumlah pria berpakaian sipil diduga kuat adalah Tim Satgas KPK. Suasana sontak mencekam, menciptakan aura misteri di tengah gerimis senja Pekanbaru.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Yang paling membuat publik dan awak media penasaran adalah sikap santai sang Kepala Dinas. Sebelum masuk ke mobil yang disiapkan tim antirasuah, Arif Setiawan tertangkap kamera sempat tersenyum lebar dan bahkan mengacungkan jempol kepada wartawan yang menunggu.
“Tidak ada, aman,” ujarnya singkat, seolah-olah penjemputan oleh lembaga superbodi itu hanyalah urusan biasa, bukan indikasi kasus besar. Senyum dan jempol ini justru menimbulkan ribuan pertanyaan: Apa yang sebenarnya “aman” dari pandangan umum, sehingga penindakan KPK menjadi perlu?
Riau Berpolemik, KPK Turun Lagi?
Kedatangan tim penyidik KPK ke Riau, apalagi dengan hasil yang langsung membawa pejabat sekelas Kepala Dinas, seakan menegaskan adanya lubang besar di sektor pembangunan dan proyek infrastruktur Riau.
Pertanyaannya, polemik besar apa yang selama ini tersimpan rapi di balik senyapnya gedung-gedung pemerintahan Riau?
1. Apakah ini terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang sudah lama diincar?
2. Ataukah ini langkah penyidikan lanjutan dari kasus-kasus korupsi proyek infrastruktur triliunan rupiah yang telah menjadi rahasia umum?
3. Sejauh mana jangkauan skandal ini, dan siapa lagi figur besar di Riau yang terlibat?
Sejak sore, aktivitas keluar-masuk petugas KPK telah menyedot perhatian, namun hingga berita ini diturunkan, baik KPK maupun Pemerintah Provinsi Riau masih bungkam seribu bahasa.
Diamnya pihak berwenang hanya memperkuat dugaan publik bahwa di balik senyum dan jempol Kepala Dinas PUPR itu, tersembunyi mega-skandal korupsi yang kembali memaksa KPK untuk turun tangan, membongkar tuntas akar-akar masalah di Riau.
Publik menanti, akankah Riau kembali menjadi sorotan nasional akibat kasus korupsi, dan sejauh mana ‘kebobrokan’ ini telah merayap ke tingkatan yang lebih tinggi?
(RR21)
Penulis : Tim










